Benarkah Efek Buruk Alkohol Bisa Diatasi dengan Kopi?

2017 Jul 26

Benarkah Efek Buruk Alkohol Bisa Diatasi dengan Kopi

Minuman beralkohol merupakan salah satu musuh berat yang harus dihindari. Selain bisa mengacaukan pikiran Anda, minuman ini pun bisa meninggalkan banyak masalah, terutama masalah kulit yang kering, meningkatnya risiko gagal ginjal, penyakit jantung dan lainnya.

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol pun sangat buruk untuk kesehatan hati. Contoh paling nyata adalah Musisi Jimmy Hendrik yang harus meregang nyawa karena penyakit sirosis hati yang disebabkan terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol.

Bagaimana cara mengatasinya?

Dilansir dalam cosmopolitan, efek buruk dari minuman beralkohol sebenarnya bisa diatasi dengan konsumsi kopi secara rutin, setidaknya 2 cangkir per hari.

Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan National Cancer Institute, yang menemukan fakta jika mereka yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol, cenderung memiliki enzim dalam hati yang mendekati ukuran normal.

Bahkan menurut dokter Qian Xiao, peneliti dari National Cancer Institute, mereka yang berstatus sebagai pemabuk berat bahkan memiliki hati yang lebih sehat ketimbang mereka yang gemar menikmati minuman beralkohol tapi tidak menyukai kopi.

Untuk sementara, Xiao meyakini jika efek baik dari kafein dalam kopi inilah yang membuat hati peminum alkohol ini lebih sehat. Tapi untuk memastikannya, dirinya mengaku jika penelitian ini masih membutuhkan penelitian lainnya yang lebih lanjut.

Jangan berlebihan

Walaupun sangat baik untuk kesehatan dan mampu menjaga hati tetap sehat, konsumsi kopi sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Menurut rekomendasi American Journal of Clinical Nutrition, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi kopi, lebih dari 6 cangkir per hari.

Bahkan untuk orang dengan kondisi tertentu, seperti memiliki sistem memetabolisme kafein yang lambat, ibu hamil dan berisiko mengalami serangan jantung, konsumsi kopi yang disarankan tidak lebih dari 2-3 cangkir per hari. Jika melanggar, risiko overdosis kafein bisa saja menyerang.

Tapi perlu diingat, kopi yang dimaksud baik untuk kesehatan ini adalah kopi murni yang tidak ditambah dengan krim dan gula. Rasanya memang pahit, tapi masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan mengganti gula putih atau krim dengan Diasweet Sweetener.

Produk pemanis yang satu ini mengandung Aspartam, yang memiliki rasa manis jauh lebih kuat ketimbang gula, tapi aman untuk mereka yang berpantangan dengan kopi, termasuk penderita diabetes dan mereka yang sedang menjalankan program diet.

Comment