Benarkah Teh Pelangsing Bisa Bikin Kamu Lebih Ramping?

2017 Oct 17

9

Ada banyak cara yang ditawarkan untuk melangsingkan tubuh, dari mulai diet ketat hingga mengonsumsi produk teh pelangsing. Konon katanya, konsumsi teh pelangsing bisa membuat perut kamu lebih rata dalam kurun waktu yang relatif singkat. Benarkah?

Dilansir dalam todayonline, kebanyakan produk teh pelangsing menjanjikan mampu melangsingkan perut dalam waktu sekitar 7-28 hari. Umumnya, para produsen teh pelangsing mengklaim jika produknya bekerja dengan cara melancarkan pencernaan, dan membakar lemak disekitar perut.

Faktanya, kebanyakan produk teh pelangsing mengandung obat alami yang berasal dari daun tanaman Senna. Tanaman ini biasanya digunakan secara terselubung sebagai pencahar alami.

Umumnya, teh pelangsing dengan metode pencahar ini bekerja dengan cara mendetoksifikasi usus besar dan hati. Konsumsi teh pelangsing secara reguler dapat menyebabkan kamu merasakan sensasi kehilangan perut kembung, usus yang lebih bersih dan merasa perut sangat kosong.

Cuma sayang Diasweeters, sebagian besar yang diusir oleh teh pelangsing dari perut ini tidak hanya pizza, es krim dan makanan tinggi lemak dan kalori lainnya, tapi nutrisi lainnya seperti serat dan mineral elektrolit. Padahal zat-zat tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu memaksimalkan kinerja tubuh.

Sederhananya, teh pelangsing hanya akan membuat membuat perut kamu terlihat lebih ramping karena perut yang kosong, bukan membakar lemak yang menumpuk di perut.

Banyak salah kaprah

Walaupun dalam label dikatakan bisa dikonsumsi harian, faktanya banyak dokter yang justru menyarankan kamu untuk tidak mengonsumsi teh pelangsing lebih dari 28 minggu. Hal ini disebabkan karena teh pelangsing bisa merusak keseimbangan elektrolit dan mineral, bahkan bisa menyebabkan kerusakan otot.

Selain itu, banyak orang yang mencoba untuk menghilangkan aroma dan rasa khas jamu dalam teh pelangsing dengan menambahkan gula. Tentu saja ini kurang tepat, mengingat gula bisa membuat lemak makin menumpuk dalam tubuh.

Solusinya, jika kamu ingin menghilangkan rasa dan aroma khas jamu, gunakan Diasweet Sweetener, pemanis buatan yang sehat, rendah kalori dan bisa dikonsumsi siapa saja, termasuk buat kamu yang berpantangan dengan gula dan penderita diabetes.

Nggak perlu kahwatir dengan aspartam yang digunakan dalam pemanis ini, pasalnya menurut penelitian dari FDA (Food and Drug Administration), menyebut jika aspartam aman dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, yakni sebanyak 50 mg/kg berat badan per hari. Selamat mencoba Diasweeters!

Comment