Sebanyak Inilah Kalori yang Terbakar Saat Diasweeters Jalan Kaki

2017 Dec 19

image010

Jalan kaki merupakan kegiatan sederhana yang memiliki banyak manfaat. Bahkan buat yang sedang diet, jalan kaki pun bisa membantu kamu membakar banyak kalori jika dilakukan dengan baik. Selain itu, jalan kaki pun terbukti ampuh menangkal stres, melancarkan sirkulasi darah dan lainnya.

Bahkan menurut penelitian yang dilakukan London School of Economics, menyebut jika mereka yang rutin berjalan santai selama 30 menit setiap hari, cenderung punya indeks massa tubuh yang lebih rendah ketimbang mereka yang jarang berjalan kaki, bahkan ketimbang mereka yang rajin berlatih di gym.

Memang berapa sih kalori yang bisa dibakar lewat jalan kaki?

Dilansir dalam Good Housekeeping, kemampuan berjalan kaki untuk membakar kalori tergantung dari durasi kamu berjalan kaki, berat badan dan jenis jalana kaki yang dipilih (jalan cepat atau jalan santai).

Misalnya, untuk berat badan 60-70 kg, jalan santai rata-rata mampu menurunkan 50 kalori selama 15 menit. Sementara untuk berat badan yang sama, yakni 60-70 kg, dan melakukan aktivitas jalan cepat selama 15 menit, ampuh membakar hingga 95 kalori, dan belaku kelipatan.

Untuk berat badan 71-80 Kg, jalan santai selama 15 menit rata-rata mampu membakar kalori hingga 60 kalori, sementara untuk jalan cepat mampu membakar 100 kalori dalam waktu yang sama. Semua berlaku kelipatan, atau dengan kata lain, makin lama kamu jalan kaki, makin banyak kalori yang terbakar.

Bisa jauh lebih banyak

Walaupun begitu, Deazie Gibson, instruktur fitness Acacia TV, menyebut jika kunci dari manfaat berjalan kaki ini adalah, harus dijadikan sebagai kegiatan rutin dan harus dilakukan setiap hari.

Hal yang sama pun disebutkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan Ohio State University, dan diterbitkan dalam Biology Lettersshows, yang menyebut jika berjalan kaki dengan kecepatan berbeda, lebih efektif membakar kalori ketimbang berjalan dengan kecepatan tetap.

Dalam keterangannya, Manoj Srinivasan, pimpinan penelitian, menyebut jika kebanyakan penelitian terkait manfaat jalan kaki dilakukan dalam kecepatan konstan. Padahal, mengukur nilai metabolik dari mengubah kecepatan sangat penting karena kebanyakan orang tidak berjalan dengan kecepatan yang sama.

Padahal menurutnya, menurunkan kecepatan jalan kaki, kemudian menaikannya lagi, jauh lebih efektif karena ampuh menaikan nilai metabolik, bahkan 20 persen lebih efektif ketimbang jalan kaki dengan kecepatan konstan.

Comment