Sushi Ternyata Bukan Lagi Makanan Sehat

2017 May 25

Sushi Ternyata Bukan Lagi Makanan Sehat

Jika melihat komposisinya, Sushi layak disebut sebagai makanan sehat. Bagaimana tidak, dalam setiap takaran sajinya, Sushi terdiri dari sayuran dan makanan laut yang kaya omega-3. Menariknya, makanan khas Jepang ini pun kerap menggunakan ikan berkualitas baik, seperti salmon dan tuna.

Tapi sayang, belakangan ini justru banyak restoran Jepang yang menyajikan Sushi dalam berbagai varian rasa. Bahkan terkadang, sushi disajikan dengan tambahan keju, krim dan mayones. Kalau sudah begini, apakah sushi masih layak disebut sebagai super food?

Menurut Ahli Gizi, Lisa Drayer, dilansir dalam CNN, campuran sushi seperti keju, mayones dan krim memang akan membuat rasa sushi makin bervariasi. Tapi sayang, tambahan bumbu ini malah akan membuat timbunan lemak dan kalori di tubuh kita melonjak naik.

Ini belum termasuk menu tambahan yang biasa diolah dengan cara digoreng, contohnya udang tempura atau kulit salmon goreng, semua bahan ini malah akan membuat kualitas sushi terus merosot.

Dalam keterangannya, Lisa menyebut jika udang tempura dengan bumbu mayones pedas, rata-rata mengandung lebih dari 500 kalori dan 20 gram lemak. Padahal rata-rata orang dewasa hanya membutuhkan kalori harian hingga 2000 kalori.

Selain udang tempura dan kulit salmon goreng, anda pun wajib mewaspadai saus kedelai. Menurut Lisa, satu sendok kecil saus kedelai rata-rata menyumbang sekitar 900 mg sodium, atau setara 40 persen dari batas harian natrium yang direkomendasikan.

Di sisi lain, rata-rata sushi terbuat dari nasi putih akan terasa sangat lengket karena terdapat beberapa bahan campuran lainnya, seperti gula, cuka, garam atau bahkan tambahan bumbu lainnya. Makanya, klaim sushi sebagai super food saat ini harus dipertanyakan kembali.

Khusus ibu hamil atau mereka dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, Lisa menyarankan agar menghindari sushi. Pasalnya, kandungan ikan laut mentah dan beberapa bahan sushi lainnya, bisa merugikan kesehatan anda.

Tidak lupa Lisa pun menyarankan anda untuk mengonsumsi sushi original dan diolah dengan cara lama. Umumnya, sushi seperti ini hanya ada di restoran-restoran tradisional Jepang, atau kerap disajikan di rumah-rumah penduduk sebagai jamuan. Well, bagaimana menurut ad Diasweeters?

Comment