Terlalu Banyak Protein Hewani Bisa Rugikan Kesehatan Hati

2017 May 21

Terlalu Banyak Protein Hewani Bisa Rugikan Kesehatan Hati

Saat dikonsumsi secara berlebihan, lemak dan karbohidrat bisa mendatangkan masalah kesehatan yang cukup serius, dari mulai penyakit jantung, diabetes dan lainnya. Tapi bagaimana dengan protein? Apakah anda tahu kalau konsumsi protein hewani secara berlebihan, bisa juga merugikan kesehatan?

Popularitas protein memang cukup menakjubkan. Bahkan di tahun 90an silam, sempat populer program diet Atkins dan South Beach, dimana kedua diet ini secara umum menganut pola makan rendah karbohidrat, dan konsumsi protein sebanyak mungkin.

Bahkan saking populernya, menurut penelitian yang diterbitkan dalam The Nutrition Business Journal, di tahun 2004, penduduk Amerika menghabiskan dana sekitar USD 1,2 miliar atau setara dengan 16,1 triliun, hanya untuk memproduksi suplemen protein.

Dilansir dalam Daily Mail, berdasarkan data yang dihimpun dari Departemen Perdagangan Amerika, selama tahun 1998 s/d 2004, konsumsi ikan di Amerika meningkat hingga 4,5 persen per ekor. Sedangkan Asosiasi Peternak Sapi Nasional melansir data konsumsi daging sapi meningkat 25 persen.

Melihat data-data tersebut, bisa difahami kenapa penduduk Amerika begitu boros hanya untuk belanja makanan dengan kandungan protein tinggi. Pasalnya, zat yang satu ini merupakan zat pembentuk jaringan, ampuh memperbaiki sel-sel tubuh.

Nggak boleh berlebihan

Faktanya konsumsi protein memang sangat dibutuhkan. Tapi harus diingat juga, banyak pakar kesehatan yang menyarankan anda untuk mengonsumsi protein sebanyak 30 s/d 40 gram per hari, nggak boleh lebih dari jumlah tersebut.

Bagaimanapun juga, sekresi pencernaan protein bersifat asam, sementara cairan yang mencerna karbohidrat bersifat basa. Saat kedua kandungan ini bertemu, protein hewani dan karbohidrat ini justru akan saling berbenturan hingga akhirnya menyebabkan masalah pencernaan.

Selain itu, konsumsi protein hewani secara berlebihan pun akan meninggalkan residu beracun dari limbah metabolik, purin dan asam urat, hingga akhirnya berpotensi penyebab autotoxemia, kekurangan gizi, asam lambung, masalah usus, hingga menyebabkan kerusakan hati.

Selain itu, kelebihan protein hewani pun berpotensi menyebabkan arthritis, skizofrenia, dehidrasi, osteoporosis, kanker dan penyakit kardiovaskular. Hal inilah yang membuat anda patur berhati-hati saat mengonsumsi protein hewani.

Ingat, tubuh tidak hanya butuh protein, tapi juga membutuhkan kalsium, vitamin, serat dan berbagai nutrisi lainnya dalam jumlah seimbang. So, jika anda benar-benar sayang dengan kesehatan, sebaiknya hentikan kebiasaan mengonsumsi protein hewani secara berlebihan.

Comment