Ini Cara Alami Cegah Kanker Serviks dan Payudara

2017 May 30

Ini Cara Alami Cegah Kanker Serviks dan Payudara

Selain kanker payudara, kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang banyak diderita oleh wanita Indonesia. Bahkan khusus untuk kanker serviks, Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak.

Selain menyakitkan dan proses pengobatannya yang panjang dan tergolong mahal, kanker payudara dan kanker serviks pun jadi momok bagi wanita karena menyerang dua organ paling berharga bagi mereka, yakni serviks dan payudara.

Terus, bagaimana cara mencegahnya?

Sebelum terlanjur terjadi, mencegah kanker serviks dan kanker payudara bisa dilakukan dengan konsisten menjalankan gaya hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur, konsumsi makanan sehat, dan lakukan jaga kebersihan tubuh dan lingkungan.

Selain itu, menurut dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, SELASI, untuk mencegah kanker serviks dan kanker payudara sebenarnya cukup mudah, yakni memberi ASI secara eksklusif. Bahkan menurutnya, memberikan ASI eksklusif mampu membuat wanita terjauh dari 40 jenis kanker.

Sebagai seorang survivor kanker payudara, dr. Utami tahu banyak tentang pasien kanker serviks dan kanker payudara, sekaligus perilaku mereka. Menurutnya, dari sekian banyak pasien wanita pengidap kanker, rata-rata mengaku tidak pernah menyusui dengan berbagai alasan.

Selain dengan pemberian ASI eksklusif, mencegah kanker serviks pun bisa dilakukan dengan pengujian atau screening. Pengujian ini bertujuan untuk mencari lesi pra-kanker sebelum berubah jadi kanker invasif, kemudian langsung melakukan upaya pengobatan.

Pengujian ini sendiri dilakukan dengan Pap smear dan tes HPV. Kalau misalkan pra-kanker ditemukan, dokter akan langsung melakukan upaya pengobatan untuk menghentikan perkembangannya, baik lewat terapi obat, atau bahkan dengan jalur operasi.

FYI, Pap smear sendiri merupakan prosedur kesehatan yang digunakan untuk mengumpulkan sel dari leher rahim. Dengan modal ini, dokter bisa melihat potensi adanya sel kanker dan pra-kanker.

Untuk melakukan pemeriksaan ini, sebaiknya anda jadwalkan bersama dokter. Perlu dicatat, jadwal pemeriksaan pap smear sendiri idealnya dilakukan 3 tahun setelah hubungan intim yang pertama, dan setelah itu pemeriksaan ini harus dilakukan rutin 1 kali per 3 tahun.

Comment